Your tears my heart sliced finely
I ran my palms into the pale face
visible fear will lose your breath
your breath flowing in my breath
I stroked her hair with the softness of the night wind
vibration felt tip of the fingers together, my
Sebuah Puisi Cerita Diri
Kumulai puisi ini
dengan merenung diri
mengapa perjalanan hidup seperti ini
layaknya pecundang sejati
yang tak mempunyai harga diri
bagai seonggok bangkai babi
atau segumpal penyakit hati
iri atau dengki
yang menyelimuti diri
penuh dengan caci maki
sehingga bingung yang meresapi
di otak kanan dan kiri
sekali lagi..
mengapa ku seperti ini?!
Ini bukan curhat pribadi
hanya sebuah cerita diri
Menjalani hidup seperti tahi!
Yang buruk tidak suci
bahkan semua enggan mendekati
karna aku bagaikan tahi
apa yang ku cari..
hingga membiarkan diri seperti
ini
seperti tuli
seperti mati
layaknya babi
layaknya tahi
apakah aku sudah benar-benar
mati?!!!
kini ku bisa berhenti
bukan pecundang lagi
hingga suatu saat